Jumat, 30 September 2016

Perbedaan Data Nominal dan Ordinal

Di dalam ilmu statistik, kita mengenal 4 jenis data, yaitu data nominal, ordinal, interval, dan rasio. Data nominal mirip dengan data ordinal, sedangkan data interval hanya berbeda sedikit dengan data rasio.

Di artikel ini kita hanya fokus pada data nominal dan data ordinal.

Persamaan data nominal dan data ordinal adalah sama-sama bersifat kategori oleh karena itu dianggap sebagai data kualitatif. Baik data nominal maupun ordinal tidak dapat dilakukan operasi matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, atau pembagian.

Sedangkan perbedaan data nominal dan ordinal yaitu:

Data nominal adalah data yang bersifat kategori dan setara. Tidak ada peringkat. Contohnya adalah jenis kelamin. Lazim dikenal ada laki-laki dan perempuan. Untuk mempermudah pengolahan data, kedua data tersebut biasanya diberi simbol angka. Angka 1 untuk laki-laki dan angka 2 untuk perempuan. Sekali lagi, angka 1 dan 2 di sini hanya lambang, bukan menunjukkan peringkat.

Contoh data nominal lainnya adalah agama, yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha.  Sama dengan jenis kelamin, di sini juga dapat digunakan angka dari 1 sampai 5 sebagai simbol tiap agama.

Data ordinal adalah data yang bersifat kategori dan memiliki peringkat. Contoh data ordinal yang paling sering kita jumpai adalah pendidikan. Ada SD, SMP, SMA, dan PT. Pada data ordinal juga dapat digunakan angka sebagai simbol. Misal SD simbolnya 1, SMP simbolnya 2, dan seterusnya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa perbedaan data nominal dan ordinal terletak pada ada tidaknya peringkat pada data. Jika tidak ada peringkat alias setara, maka termasuk data nominal. Sedangkan jika ada peringkat, termasuk data ordinal.