Selasa, 25 Oktober 2016

Beda BNI Syariah dengan yang lain



Saya pernah menjadi nasabah beberapa bank syariah, antara lain Muamalat dan Mandiri Syariah.

Kalau Muamalat jelas, adalah bank syariah pertama di Indonesia dan tidak memiliki unit konvensional.

Beda dengan Mandiri Syariah. Bank ini merupakan anak usaha dari Bank Mandiri. Walaupun statusnya bapak anak, tapi sistemnya terpisah sama sekali. Artinya, jika ingin menyetor ke nomor rekening mandiri syariah, tidak bisa dilakukan di Bank Mandiri biasa. Kalaupun dipaksakan, jatuhnya seperti transfer ke bank lain. Kena cas biaya transfer.

Sistem Mandiri Syariah mungkin mirip dengan BRI syariah dan beberapa bank syariah lainnya yang berstatus anak.

Tapi ternyata ada bank syariah yang memiliki perilaku berbeda, yaitu BNI syariah. Bank ini mirip banget dengan bapaknya, yaitu Bank BNI. Kemiripan bukan hanya dari segi warna tema kantornya, tapi juga sistimnya. Tampaknya memang bersatu dalam sistim yang sama.

Akibat dari sistim yang demikian, nasabah BNI Syariah dapat menarik uang di ATM BNI konvensional tanpa biaya. Begitupun dengan setoran, dapat dilakukan di BNI konvensional manapun. Tentunya akibat ini sangat menguntungkan nasabah.

Hanya saja dari segi kesyariahannya bagaimana ya? Ada pembaca yang bisa menjelaskannya?